Runyamnya Masalah Karakter

Menghebohkan! Ketika ada berita siswi SMP dibunuh dengan sadis. Dan pelakunya adalah orang yang dikenal baik. Tiap hari membantu mengantarkan siswi ini ke sekolah. Namun entah setan apa yang merasuk, tiba-tiba dengan kalap dia memaksa siswi ini melakukan perbuatan tidak senonoh. Karena dia melawan, terjadilah pergumulan berujung pembunuhan. Tidak sampai disitu, seakan tanpa perasaan siswi tersebut dipukul dan ditusuk dengan pisau, kemudian dimasukkan ke dalam karung, selanjutnya dibuang di pinggir kota.

Di waktu lain, Kota Padang dihebohkan dengan beredarnya rekaman video porno yang pelakunya adalah pelajar.  Anak-anak kedapatan bolos pada jam sekolah, bermain di Mall atau di warung-warung internet. Ada pula berita satpol PP melakukan razia dan mendapatkan pasangan-pasangan ilegal di berbagai hotel dan penginapan.

Lain lagi dengan hebohnya berita korupsi, mental pegawai, pejabat dan aparat yang sudah tidak menjaga amanah, mengambil keputusan untuk menguntungkan diri sendiri, keluarga dan kroni lainnya. Ada lagi pimpinan yang sudah lupa janji amanah yang dijanjikan ketika berusaha mengejar jabatan tertentu.

Lengkap sudah, ketika keluar daftar negara dengan indeks korupsi tertinggi, Indonesia senantiasa masuk rangking teratas. Berbagai argumentasi dan pembelaan diri disampaikan berbagai pihak, namun tetap tidak mengubah image: bangsa yang korup.

 Image yang berkembang adalah: sulit berurusan jika tidak memakai uang, mulai dari pengurusan KTP, perizinan, rekruitmen pegawai sampai  urusan dengan aparat penegak hukum. Di sana terdapat kondisi  yang memaksa sesorang untuk sulit menghindarkan diri dari jeratan jaring suap dan korupsi.

Terlalu sesak dada kita jika memikirkan hal ini. Apa yang salah dengan bangsa ini? Apakah bangsa ini memang sedang dihukum, atau malah dilaknat? Tapi apa iya bangsa Indonesia yang dahulu dikenal berkebudayaan tinggi, berbudi, ramah  sopan dan santun sekarang demikian bobrok? Ataukah sebenarnya ini hanya sebagai akibat pemberitaan yang dibesar-besarkan sehingga terbentuk opini yang tidak menggambarkan realita?

Bagaimanapun kesimpulannya, patut kita berfikir bahwa harus ada langkah sistematis yang dilakukan untuk mengembalikan dan memperbaiki karakter bangsa. Tulisan pada bagian ini akan mencoba mengungkap tahapan terbentuknya karakter sebagai bahan dasar dalam mengembangkan strategi  pembentukan karakter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s